Tampilkan postingan dengan label apa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label apa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 November 2013

Apa Itu Transgender Cewek di Dalam Tubuh Cowok


Saya Cewek di Dalam Tubuh Cowok

Beberapa hari belakangan berita tentang seorang mantan artis cilik era 90-an ramai di mana-mana. Namanya dulu Renaldy. Memulai karir sebagai bintang iklan sebuah produk alat tulis, karirnya lalu berkembang saat diajak teman bokapnya jadi penyanyi. Tapi, cowok kelahiran Jakarta, 30 Agustus 1987 itu baru benar-benar direken saat menjadi presenter acara Krucil di SCTV. Sekarang, setelah sekian lama menghilang, Renaldy kembali jadi omongan. Hanya saja, bukan karena karir keartisannya. Melainkan karena perubahan besar-besaran yang terjadi dalam dirinya.Sebelum kita bahas apa itu transgender ? Kita kenali dulu kasus Dena Rachman ini.

Yap. Sekarang Renaldy berubah menjadi Dena Rachman. Dan, perubahan tersebut nggak hanya pada nama, melainkan juga pada tampilannya. Renaldy alias Dena Rachman sekarang berubah jadi cewek!

Dena mengaku kalau sejak kecil sudah merasa bahwa dirinya adalah seorang cewek. Hanya saja, terjebak di dalam tubuh cowok! Ini dirasakannya kira-kira sejak berumur lima tahun.

"Its a gradual phase . Saya selalu merasakan sesuatu yang berbeda. I know it sounds so typical , tapi itulah yang saya rasakan. Nggak ada seorang pun yang benar-benar bisa merasakan apa yang saya rasakan," ujarnya dalam sebuah wawancara.

Konflik batin berkepanjangan lalu dirasakan oleh Dena.

"Its hard to describe . Awalnya merasa aneh, canggung, bersalah, bingung, dan marah. Kemudian datang fase di mana.... I hate my self so much and feel rejected ! Aku mencoba bersikap normal, tapi aku merasa nggak nyaman. My body rejects. And at that time, my friends were feeling uncomfortable with me when I pretend to be normal. It’s just ridiculous ," beber Dena lebih lanjut.

Anak kedua dari empat bersaudara ini mengaku kerap mencari jawaban atas keresahannya tersebut. Setelah bertahun-tahun akhirnya Dena sampai pada sebuah keputusan besar dalam hidupnya.

"I made the final decision since I graduate from high school and starting to change since college .Saya memutuskan menjadi seorang transgender," ungkap lulusan Jurusan Komunikasi, Universitas Indonesia ini, mantap.

Kenapa Dena membuat keputusan seperti itu?

"Karena saya yakin Tuhan nggak mungkin pernah membuat kesalahan pada ciptaan-Nya. Im just trying to be positive and take into account of all beautiful things that Ive been given. God makes no mistake. There must be some plan for me ."

Terus, gimana dengan tanggapan ortu dan teman-temannya?

"Kalau ortu awalnya memang menolak. Mereka berusaha membuat saya kembali normal. Tapi pada akhirnya mereka bisa menerima keadaan saya. Bahkan, mereka sangat men-support . Sementara teman-teman, when I start to feel comfortable with myself, my friends are okay with me. They support me no matter what ," ujar Dena yang saat ini sedang merampungkan kuliah MBA in Design, Fashion & Luxury Goods di Alma Graduate School – University of Bologna, Italia, ini.

APA ITU TRANSGENDER?

banyak hal yang bisa kita pelajari dari Dena . Salah satunya, tentu saja tentang transgender. Mungkin banyak yang sudah dengar istilah ini. Tapi, mungkin juga belum semuanya ngerti apa itu transgender.

For your info saja, transgender adalah suatu kondisi di mana seseorang merasa nggak nyaman dengan kondisi fisik kelaminnya, kemudian mengadakan perubahan besar-besaran dengan mengganti kelaminnya menjadi sama dengan lawan jenisnya. WHO, badan PBB yang menangani masalah kesehatan, mengklasifikasikannya dalam ICD-10 (International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems 10th Revision) di Bab V Chapter F60-F69 sebagai klasifikasi medis untuk gangguan kepribadian dan perilaku dewasa (disorders of adult personality and behaviour).

Pada kasus Dena, dia merasa nggak nyaman jadi seorang cowok. Sebab, jauh di lubuk hatinya, dia memang merasa bahwa dirinya seorang cewek. Makanya dia akhirnya memutuskan pindah kelamin jadi cewek.

Harus dicatat, istilah transgender ini nggak cuma berlaku untuk cowok yang pindah kelamin jadi cewek. Tapi juga sebaliknya, cewek yang pindah kelamin jadi cowok.

Pertanyaan berikutnya, kenapa mereka bisa merasa terjebak dalam tubuh yang salah? Jawabannya, banyak penyebabnya.

Secara medis konon "kekacauan" ini disebabkan oleh kromosom. Kromosom adalah suatu struktur yang membalut DNA, si pembawa informasi genetik. Kromosom ini pembawa gen pada makhluk hidup.

Seorang peneliti bernama Thomas Hunt Morgan pada tahun 1910 menyatakan manusia punya 46 buah kromosom dengansistem penentuan kelamin XY. Pada cewek, ada dua kromosom yang sama (XX). Sedangkan pada cowok punya dua kromosom yang berbeda (XY). Toh, meski begitu bukan berarti nggak ada pasangan kromosom yang “nyeleneh”.

Menurut ahli genetika, Dr Singgih Widjaya SpGK dalam sebuah wawancara, kelainan kromosom biasanya terjadi saat pembuahan, yaitu saat sperma bertemu dengan sel telur. Di saat itu terjadi pembelahan dua kali, hingga akhirnya mengurangi jumlah kromosom yang semestinya ada. Harusnya 46, jadi tinggal 23 saja. Kondisi inilah yang jadi pemicu munculnya karakter yang berbeda dalam diri seseorang. Contohnya Dena, dia memiliki sifat dan perasaan layaknya seorang cewek, meski pada kenyataannya bentuk tubuh dan alat kelaminnya adalah cowok!

Penyebab lain, lingkungan juga ikut berperan dalam makin kukuhnya karakter yang bersangkutan. Maksudnya, sikap dan perlakuan lingkungan (terutama orang-orang terdekat) yang bisa menerima keadaan berbeda itu ujung-ujungnya bikin yang bersangkutan makin yakin untuk merubah kelaminnya. Seperti yang Dena bilang, ortu dan teman-temannya bisa menerima keadannya dan bahkan men-support-nya, kan?

So, salahkan Dena atau teman-teman lain yang seperti Dena? Rasanya nggak pantas kita menjawab pertanyaan ini dengan cara men-judge benar atau salah. Lebih baik kita introspeksi diri masing-masing, lalu melanjutkan hidup dengan jalan masing-masing secara positif....

sumber
ReadFull Article ..

Sabtu, 23 November 2013

Apa yang dimakan astronot di Luar Angkasa



Selama setengah abad, para ilmuwan dan insinyur ruang angkasa tidak hanya berlomba-lomba memposisikan roket mereka aman di luar atmosfer bumi,tapi mereka juga berusaha untuk memastikan menu berkesinambungan untuk astronot agar mereka bisa bertahan dan kembali ke bumi dengan banyak penemuan baru.

Meskipun ada berbagai inovasi dan perbaikan, tampaknya sekarang pilihan lebih baik dari sebelumnya, saat dimana kita bisa mempertimbangkan mempelajari ilmu sains luar angkasa dan mendapatkan akses untuk mengintip dapur NASA. 

Sementara di masa-masa ini tampaknya hanya ada sedikit harapan untuk kalangan umum berkunjung ke luar angkasa, berikut adalah sepuluh fakta tentang makanan ruang angkasa

10. Makanan Para Astronout di Masa lalu
Fakta: Makanan Astronout di masa lalu benar-benar aneh
Ketika Yuri Gagarin menjadi manusia pertama yang pergi ke luar angkasa, dia juga menjadi orang yang pertama untuk ngemil / makan di luar bumi sebagai syarat yang diperlukan untuk bertahan hidup. 
Apa yang dia makan itu disimpan dalam tabung seperti pasta gigi - misalnya, makan siangnya terdiri dari pasta cair dan saus cokelat. 
Orang Amerika pertama di luar angkasa - setelah secara efektif tertinggal dalam perlombaan ke angkasa luar melawan Rusia - mereka makan makanan yang di potong2 bentuk dadu, bubuk, dan bentuk cair (yang tidak mereka benar-benar nikmati sama sekali) dan mendapatkan re-hydrating yang beku dan kering, saat makan menjadi tugas yang tidak menyenangkan. 

9. Makanan Reguler Angkasa Luar
Fakta: Makanan sehari-hari bisa Dimakan di luar angkasa Sekarang. 

Akhirnya tabung tidak lagi digunakan dan menu mulai mengandung benar-benar makanan, serta konsistensi rasa, yang cenderung bisa dinikmati. 
Tahun 1965 Project Gemini,metode pengeringan beku ditingkatkan dan kemewahan seperti koktail udang, roti bakar, ayam dan sayuran, dan puding ditawarkan dalam menu.
Astronot bahkan menyelundupkan sandwich jagung daging sapi di pesawat ulang alik mereka, meskipun kemudian ditegur ketika remah yang mengambang menjadi masalah.
Pada Misi Apollo (1968-1975), air panas bisa disajikan, dan di papan Ruang Skylab Station (73-74) ada kulkas dan freezer, yang memungkinkan untuk menyimpan item yang mudah rusak. 
Saat ini, segala sesuatu yang dapat disimpan pada suhu kamar bisa dimakan di pesawat ruang angkasa, termasuk pasta, buah, dan makanan populer lainnya dari rumah (di mana pun yang mungkin - lihat di bawah). 


8. Minuman merek Tang 

Fakta: Tang Digunakan di Luar Angkasa untuk rasa Air di pesawat ulang alik. 

Berlawanan dengan kesalahpahaman yang populer, Tang tidak dikembangkan untuk perjalanan ruang angkasa, tetapi menggunakannya dalam luar angkasa tidak membantu meningkatkan penjualan mereka.
Sebenarnya, Tang adalah pilihan yang alami, dan memungkinkan, dengan konsistensi bubuk, tapi itu apalagi disukai karena air di atas kapal memiliki rasa yang buruk (produk sampingan yang berbahaya dari reaksi kimia dalam sistem pendukung kehidupan), dan ini aditif sedikit tajam membuat dehidrasi lebih bisa dihilangkan. 

7. Dendeng 

Fakta: Dendeng sangat bermanfaa di Luar angkasa. 

Makanan Lain yang cocok dan lebih alami untuk misi ruang angkasa adalah dendeng (atau yang dari jenis daging) - setelah sudah mengalami dehidrasi dan portabel, serta bergizi tinggi.
Salah satu astronot Swedia bernama Christer Fuglesang membawa dendeng rusa moose , dia diizinkan setelah dia dilarang membawa dendeng rusa kutub, saat itu menjelang natal dan kawatir akan menimbulkan prrotes


6. KlasifikasiMakanan Luar Angkasa

Fakta: Ada Klasifikasi berbeda dari Makanan luar angkasa. 
Klasifikasinya adalah: Minuman (untuk mencegah dehidrasi tentunya), Makanan Segar (makanan dengan umur simpan 2-hari), Daging Iradiasi (agar tidak rusak), Moisture Intermediate (makanan yang tidak akan basi ), Makanan alami (kacang, kue, granola bar, dll), Makanan Re-hydratable , dan Thermostabilized (makanan yang telah disiapkan dengan panas ). 
Istilah-istilah ini sangat formal dan teknis dan contoh yang bagus tentang bagaimana pemerintah bersikeras membuat sesuatu menjadi kompleks untuk sesuatu yang sederhana seperti makan. 

5. Pengemasan Makanan Luar Angkasa 

Fakta: Makanan Harus Dikemas dengan cara tertentu. 
Cara mengemas sepotong makanan angkasa luar harus sesuai kriteria tertentu - selain dari pada dasarnya menjaga makanan, kemasan harus ringan, sekali pakai, dan berguna dalam bagaimana barang tersebut dikonsumsi (dan juga berisi petunjuk penyusunan dan kode bar, untuk melacak diet astronot masing-masing). 
Alasan-alasan ini sebagian besar disebabkan oleh perlunya akuntansi untuk berapa banyak ruang diperlukan untuk menyimpan makanan dan berat yang dibutuhkan di atas kapal, karena setiap kg berat akan membutuhkan bahan bakar lebih bagi roket, sehingga lebih ringan bobot akan semakin menghemat bahan bakar.
Adapun bagian tentang kegunaan kemasan saat makanan dikonsumsi dalam program luar angkasa Rusia, kaleng makanan digunakan untuk menyimpan makanan, serta untuk memanaskan saat masih dalam wadah asli kemasan makanan itu sendiri. 

4. Persiapan Makanan 

Fakta: Makanan Harus Dibuat dengan cara tertentu. 
Makanan harus gizi, mudah dicerna, dan cocok (kita melihat bagaimana yang ditimbulkan konflik dalam misi ruang angkasa awal).
Makanan juga harus dibuat untuk tujuan lingkungan gravitasi nol, harusringan, disegel dengan benar, dan cepat / mudah untuk disiapkan / dibersihkan setelah konsumsi. 

3. Keanekaragaman Budaya Kuliner Astronout Sedunia 
Fakta: Ada Keragaman Budaya dalam Kuliner Ruang Angkasa. 
Setiap negara - yang pernah ke ruang angkasa - membawa makanan yang mereka biasa makan. Ketika Cina memasuki orbit pada tahun 2003 untuk pertama kalinya, Yang Liwei membawa daging babi Yuxiang, ayam Kung Pao , beras, dan teh herbal Cina. Rusia membawa makanan seperti borsch, gulai, dadih dan kacang. Jepang membawa sushi, ramen, Yokan, dan nasi dengan ume. 

2. Menelan Makanan Di Ruang Angkasa 
Fakta: Anda Masih Bisa Menelan Makanan di daerah Grafitasi Nol. 
Ini adalah sesuatu yang dikhawatirkan John Glenn ketika dia menjadi orang Amerika pertama untuk masuk ke ruang angkasa pada tahun 1962. Tapi akhirnya dia lega, ketika dia sampai di sana, dia masih bisa makan. 
Gravitasi tidak mempengaruhi proses menelan karena yang disebut gerak peristaltik di kerongkongan, di mana kontraksi dan gerakan otot tenggorokan adalah apa yang mendorong makanan ke tujuannya, bukan gravitasi. 
Mengingat ha itu, tampaknya hampir seperti manusia dilahirkan untuk bisa pergi dan atau dinner di ruang angkasa. 

1. Gaya Grafitasi

Fakta: Kurangnya Gravitasi Mempengaruhi kemampuan dan Proses Pencernaan. 
Dengan hilangnya gravitasi juga dilengkapi kerugian dalam indera, terutama rasa dan bau (karena kongesti kepala), yang mengubah bagaimana makanan dinikmati di ruang angkasa, dan hal ini juga membuat makanan pedas lebih menarik.Selain itu, ketika minum minuman bersoda, cairan dan gas yang terpisah di dalam perut, yang menghasilkan sendawa basah. 
Untuk mengatasi efek ini, bir dan Coke / Pepsi telah direkayasa dalam beberapa contoh untuk memaksimalkan kesenangan mereka sementara di ruang angkasa.

Sumber
ReadFull Article ..