Tampilkan postingan dengan label inilah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inilah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Desember 2013

Inilah Perbedaan Pria dan Wanita kalo Putus Sama Pacar

- Apakah anda sering Putus sama pacar ? Itu hanya bisa anda yang jawab. Pada kali ini akan menampilkan Perbedaan Cowok / Pria dan Cewek / Wanita kalo Putus Sama Pacar ,Check it out :








sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=13300576
ReadFull Article ..

Minggu, 24 November 2013

Inilah Kiper Indonesia Yang Pernah Menahan Tendangan Penalti Pele

Quote:
Ronny Pasla kiper Indonesia (PSSI) legendaris kelahiran Medan, 15 April 1947. Dia berkiprah sebagai kiper tim nasional Indonesia tahun 1966 sampai 1985. Peraih Piagam dan Medali Emas dari PSSI (1968), Atlet Terbaik Nasional (1972) dan Penjaga Gawang Terbaik Nasional (1974), itu memulai karir sepak bolanya dari Medan.

Spoiler for Ronny Pasla:
blog-apa-aja.blogspot.com
Sebenarnya, Ronny lebih awal meminati olahraga tennis sampai sempat meraih juara pada Kejuaraan Tenis Nasional Tingkat Junior di Malang, 1967. Namun ayahnya, Felix Pasla menyarankannya ke sepakbola. Jadilah dia andalan di klub Dinamo, Medan, Bintang Utara, Medan dan PSMS Medan. Kemudian hijrah ke Persija Jakarta dan Indonesia Muda, Jakarta. Selama berkiprah di PSMS, Ronny dan rakan-rekannya meraih prestasi sebagai Juara Piala Suratin (1967) dan Juara Nasional (1967).
Kiprahnya sebagai penjaga gawang andalan Tim Nasional Indonesia (PSSI) juga meraih prestasi sebagai Juara Piala Agakhan di Bangladesh (1967), Juara Merdeka Games (1967), Peringkat III Saigon Cup (1970) dan Juara Pesta Sukan Singapura (1972).

Atas prestasinya yang gemilang sebagai kipper PSMS, Ronny yang berdarah Manado dan dijuluki Macan Tutul bertinggi badan 183 cm itu mendapat penghargaan sebagai Warga Utama Kota Medan (1967). Kiprahnya di sepakbola dan Timnas PSSI sebagai kiper andalan sejak 1966 hingga pensiun 1985 dalam usia 38 tahun dianugerahi Piagam dan Medali Emas dari PSSI (1968), Atlet Terbaik Nasional (1972), Penjaga Gawang Terbaik Nasional (1974).

Selama karir sebagai kiper tentu banyak pengalaman Ronny yang amat berkesan. Salah satu di antaranya, tatkala Timnas Brazil yang diperkuat pesepak bola legendaris Pele, tur ke Asia termasuk Indonesia pada 1972. Dalam laga Timnas Indonesia dan Brazil itu Ronny berhasil menahan eksekusi penalti Pele, kendati Indonesia akhirnya kalah 1-2.

Setelah pensiun dari dunia sepak bola pada usia 40 tahun di Indonesia Muda (IM), Jakarta, Ronny lebih banyak menggumuli olahraga tennis lapangan sebagai pelatih. Bahkan dia memiliki sekolah tenis lapangan bernama Velodrom Tennis School di Jakarta.
http://narayana734.blogspot.com/2011/08/inilah-kiper-indonesia-yang-pernah.html

Jika Kalian Mencintai Indonesia Jangan Lupa Baca 
Negara Terkaya Di Dunia Yang luput dari perhatian 
ReadFull Article ..

Jumat, 22 November 2013

Inilah Peternakan Ayam Ala The Matrix



Seorang mahasiswa membuat ide gila untuk menternakan ayam yang diambil sebagian organ sarafnya agar ayam-ayam itu tak takut lagi hidup seperti di peternakan manusia ala film The Matrix.































Pada film The Matrix, diceritakan bahwa manusia pada suatu masa berperang dengan para robot ciptaan mereka sendiri yang berkembang menjadi terlalu pintar. Untuk mengakhiri perang, manusia menembakan asap gelap diangkasa agar para robot tak bisa lagi hidup dengan mengandalkan tenaga surya. Tapi pada akhirnya para robot tetap lebih superior, dan ras manusia yang kalah perang, dijadikan sumber energi para robot dengan diternakan di rak-rak kapsul bertingkat untuk disedot bio energi dan panas tubuhnya. Agar manusia-manusia ini tak memberontak, dibuatlah sebuah program simulasi The Matrix yang akan membuat manusia terus hidup terlena di dunia maya. Konsep serupa seperti cerita diatas kini telah diambil oleh seorang mahasiswa arsitektur bernama André Ford, tapi untungnya yang menjadi korban kali ini bukan kita, melainkan ayam.

Dalam proposalnya, ia mengajukan sistem peternakan baru dimana para ayam ini diternakan di sebuah rangka vertikal, lengkap dengan berbagai peritil-peritil futuristik seperti kabel dan selang agar ayam-ayam tersebut tetap hidup seadanya hingga mereka besar dan menjadi menu hidangan utama di meja makan kita. Hal ini bagi Ford, penting dilakukan agar manusia tak membutuhkan banyak ruang untuk memenuhi kebutuhan pangannya yang semakin mendesak.

Terlepas dari kejamnya ide tersebut, terutama bagi para ayam, ada dua masalah yang bakal dihadapi oleh proyek Ford. Pertama, timbulnya pemberontakan para ayam. Maksud kami disini, bukan semacam pemberontakan kaum reformis di Mesir, melainkan reaksi pemberontakan alami para ayam. Karena tentu saja tak ada ayam yang suka gaya hidup mereka selama ini digantikan dengan gaya hidup ala jemuran; digantung dan seumur hidup hanya makan dari selang khusus. Lalu bagaimana solusinya agar ayam-ayam ini bersedia hidup bagaikan mayat hidup tanpa melakukan perlawanan? Karena membuat dunia mimpi ala The Matrix versi ayam rasanya terlalu mustahil, maka mereka mengusulkan metode yang paling mungkin untuk saat ini: Mencabut organ Cerebral Cortex para ayam.

Cerebral Cortex adalah kumpulan jaringan saraf yang beperan besar dalam hal memproses memori, perasaan, pikiran, bahasa dan kesadaran mahluk hidup. Jika organ ini diambil dari seekor ayam, tentu kita bisa menduga bagaimana nasib ayam itu selanjutnya. Kejam? Bagi kita jelas iya, tapi bagi Ford, ada dua hal yang membuat hal ini penting: Pertama kebutuhan manusia akan daging yang terus meningkat, dan kedua, agar ayam-ayam ini lebih sejahtera dengan hidup tanpa kemampuan untuk merasakan beban mereka di masa depan (disembelih untuk kita-kita).

Dengan cerebral cortex dicabut, maka tinggal satu lagi tantangan yang tersisa, yaitu perkembangan otot pada ayam. Untuk masalah ini, Ford memberikan solusi sementara dengan menggunakan kejutan listrik pada ayam-ayam itu.

Jika kamu mulai menilai Ford sebagai mahasiswa tergila dengan idenya tersebut, maka kamu salah. Ide yang mirip seperti ini pernah dikemukakan oleh seorang ahli filsafat dari Pudue University bernama Paul Thompson. Sekitar 1 dekade yang lalu, ia mengeluarkan sebuah ide agar ayam-ayam ternak diringankan penderitaan hidupnya dengan cara dibutakan. Lho, Jadi buta = penderitaan hidup lebih ringan? Emh. Ok, saya memang seringkali tak mengerti dengan pola pikir para ahli filsafat. Pokoknya, menurut pria ini, ayam yang buta tak akan merasa pusing apabila ditempatkan pada sebuah kandang yang sempit dan sumpek. Jadi kita bisa menempatkan jumlah ayam lebih banyak dalam satu tempat.

Nah, menurut kamu sendiri bagaimana? Apakah praktek-praktek seperti ini penting bagi ketahanan pangan manusia, atau terdengar terlalu tak berperasaan?




source


ReadFull Article ..