Tampilkan postingan dengan label pernah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pernah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Januari 2014

Wanita cantik yang tak pernah cuci muka


Adalah Bae Dal Mi seorang wanita asal Negara korea ini tak pernah cuci muka. Kebiasaan ini ia lakukan sejak dirinya jatuh cinta terhadap make up pada usia 14 tahun. Saat itu ia selalu bermake up dan tak pernah
cuci muka. Hal ini ia lakukan sampai ia berusia 20 tahunan sehingga membuat make upnya begitu tebal. Gadis yang termasuk cantik meskipun tidak bermake up ini masih merasa tidak percaya diri dengan wajah yang ia milikinya apabila ia tidak merias wajahnya dengan make up, oleh karenanya ia jatuh cinta kepada make up dan kemana-mana selalu menggunaka make up di wajahnya. 

Dalam acara variety show di korea ia berkata “ Benda yang paling berharga bagi dirinya adalah cermin, dengannya ia bisa selalu berkaca dan merapihkan make up di wajahnya.
“ saya ingin mengoperasi plastik di 10 titik” ujarnya.

Weleh-weleh ….. mba’e ……Mba’e…. sungguh kebiasaan yang unik.



Sumber
ReadFull Article ..

Minggu, 24 November 2013

Inilah Kiper Indonesia Yang Pernah Menahan Tendangan Penalti Pele

Quote:
Ronny Pasla kiper Indonesia (PSSI) legendaris kelahiran Medan, 15 April 1947. Dia berkiprah sebagai kiper tim nasional Indonesia tahun 1966 sampai 1985. Peraih Piagam dan Medali Emas dari PSSI (1968), Atlet Terbaik Nasional (1972) dan Penjaga Gawang Terbaik Nasional (1974), itu memulai karir sepak bolanya dari Medan.

Spoiler for Ronny Pasla:
blog-apa-aja.blogspot.com
Sebenarnya, Ronny lebih awal meminati olahraga tennis sampai sempat meraih juara pada Kejuaraan Tenis Nasional Tingkat Junior di Malang, 1967. Namun ayahnya, Felix Pasla menyarankannya ke sepakbola. Jadilah dia andalan di klub Dinamo, Medan, Bintang Utara, Medan dan PSMS Medan. Kemudian hijrah ke Persija Jakarta dan Indonesia Muda, Jakarta. Selama berkiprah di PSMS, Ronny dan rakan-rekannya meraih prestasi sebagai Juara Piala Suratin (1967) dan Juara Nasional (1967).
Kiprahnya sebagai penjaga gawang andalan Tim Nasional Indonesia (PSSI) juga meraih prestasi sebagai Juara Piala Agakhan di Bangladesh (1967), Juara Merdeka Games (1967), Peringkat III Saigon Cup (1970) dan Juara Pesta Sukan Singapura (1972).

Atas prestasinya yang gemilang sebagai kipper PSMS, Ronny yang berdarah Manado dan dijuluki Macan Tutul bertinggi badan 183 cm itu mendapat penghargaan sebagai Warga Utama Kota Medan (1967). Kiprahnya di sepakbola dan Timnas PSSI sebagai kiper andalan sejak 1966 hingga pensiun 1985 dalam usia 38 tahun dianugerahi Piagam dan Medali Emas dari PSSI (1968), Atlet Terbaik Nasional (1972), Penjaga Gawang Terbaik Nasional (1974).

Selama karir sebagai kiper tentu banyak pengalaman Ronny yang amat berkesan. Salah satu di antaranya, tatkala Timnas Brazil yang diperkuat pesepak bola legendaris Pele, tur ke Asia termasuk Indonesia pada 1972. Dalam laga Timnas Indonesia dan Brazil itu Ronny berhasil menahan eksekusi penalti Pele, kendati Indonesia akhirnya kalah 1-2.

Setelah pensiun dari dunia sepak bola pada usia 40 tahun di Indonesia Muda (IM), Jakarta, Ronny lebih banyak menggumuli olahraga tennis lapangan sebagai pelatih. Bahkan dia memiliki sekolah tenis lapangan bernama Velodrom Tennis School di Jakarta.
http://narayana734.blogspot.com/2011/08/inilah-kiper-indonesia-yang-pernah.html

Jika Kalian Mencintai Indonesia Jangan Lupa Baca 
Negara Terkaya Di Dunia Yang luput dari perhatian 
ReadFull Article ..